Category: Uncategorized


Kok gak ada namaku sih

Hari ini aku iseng buka situs web www.cpns.bpk.go.id, ah ternyata namaku gak ada di daftar nama peserta yang lolos tes CPNS BPK RI, perasaan sedih pastinya ada tapi itu kurasa sesuai dengan jawaban-jawabanku pada lembar jawaban test tertulis 1 bulan yang lalu, mungkin ini aku harus masih banyak belajar lagi dalam mengikuti tes tertulis, untuk wilayah propinsi Kalimantan Tengah peserta yang lolos hanya 3 orang dari 134 orang yang mengikuti test tertulis tersebut, tetap semangat untuk kehidupan yang lebih baik dan selalu untuk mencoba tes-tes selanjutnya, SEMANGAT !

Iklan

Holiday Travel

Pada tanggal 25 Oktober kemarin, saya melakukan sebuah perjalanan yang baru pertama kali saya lakukan yaitu perjalanan ke Kabupaten Seruyan atau lebih dikenal dengan kota Kuala Pembuang Bumi Gawi Hatantiring, perjalanan dilakukan menggunakan mobil yang harus melewati 2 buah kabupaten yaitu Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Timur untuk sampai ke Kabupaten Seruyan, tujuan utama perjalanan adalah untuk mengikuti seleksi berkas penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah, perjalanan ini merupakan perjalanan pertama saya meuju ke arah barat Kota Palangkaraya, perjalanan untuk sampai ke kota Kuala Pembuang ibukota Kabupaten Seruyan membutuhkan waktu lebih kurang 6-7 jam perjalananan, diawali dari kota Palangkaraya kemudian menuju Kabupaten Katingan dengan ibukota Kasongan membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan jarak lebih kurang 80 km, kemudian setelah dati Kota Kasongan perjalanan dilanjutkan ke Kabupaten KotawaringinTimur atau Sampit dengan jarak lebih kurang 110 km, ini merupakan hal pertama bagi saya untuk mendatangi kota Sampit, yang terlihat dikiri-kanan jalan hanyalah hamparan perkebunan kelapa sawit, sebelum memasuki kota Sampit kami beristirahat terlebih dahului di Kota Besi sebuah kecamatan di kabupaten Kotawaringin Timur yang berjarak lebih kurang 17 km dari kota Sampit untuk beristirahat makan, setelah makan pun perjalanan kami lanjutkan kembali menuju Kota Kuala Pembuang yang berjarak sekitar 180 km dari Kota Sampit, perjalanan sungguhlah sangat melelahkan tetapi yang menjadi motivasi saya dalam melakukan perjalaan ini adalah untuk melihat Pantai Ujung Pandaran yang nantinya akan kami lewati, sebelum sampai di pantai ujung pandaran kami disuguhkan hamparan luas kebun kelapa masyarakat yang terletak di daerah Samuda Kecil dan Samuda Besar, akhirnya sampai lah kami di Pantai Ujung Pandaran yang termasuk dalam Kecamatan Teluk Sampi, Pantai ini langsung menghadap laut Jawa, sungguh pesona alam yang sangat indah melihat hamparan luas pasir pantai di sepanjang jalan yang kami lewati, hamparan hutan bakau pun menambah sejuk mata yang memandang, tidaklah begitu jauh dari pantai Ujung Pandaran ini terdapat juga sebuah pantai yang dikenal sebagai paniat Sungai Bakau yang sudah termasuk dalam wilayah Kabupaten Seruyan, kehidupan masyarakat disini menggantungkan hidup sebagai nelayan, sebuah panorama pantai yang indah takjublah saya melihatnya karena baru pertama kali inilah saya bisa melihat pantai secara langsung, tak terasa pun kami akhirnya sampai di Kota Kuala Pembuang ibukota Kabupaten Seruyan yang membuat saya terkesan sewaktu memasuki kota Kuala Pembuang adalah banyaknya “Apartemen” Walet dikota ini, radius tidak jauh dari 300 m pasti ada bangunan yang saya sebut “Apartemen” walet itu, rupanya banyak sekali masyarakat yang mempunyai usaha untuk memelihara burung walet, takjub sekali melihat banyaknya Sarang Walet yang dibangun oleh masyarakat. Inilah sebagian kisah saya sewaktu melakukan perjalanan ke Bumi Gawi Hatantiring. Berikut dokumentasi perjalanan saya

Ujung Pandaran

Pantai Sungai Bakau

aku dan sepupuku

Di depan Stadion Mini Gagah Lurus Kuala Pembuang

Landmark Kota Kuala Pembuang

Me & my Cousin

Landmark Kota Kuala Pembuang

Jembatan Kuala Pembuang

John Myung, John Petrucci, James LaBrie, Jordan Rudess, Mike Portnoy.

Biodata
Asal Boston, Massachusetts
Genre Progressive metal
Tahun aktif 1985 – sekarang
Label Atlantic, RoadRunner Records
Situsweb www.dreamtheater.net
Anggota sekarang
James LaBrie
John Myung
John Petrucci
Mike Portnoy
Jordan Rudess
Mantan anggota
Derek Sherinian
Kevin Moore
Charlie Dominici
Chris Collins

Dream Theater adalah salah satu grup progressive metal paling terkemuka di dunia saat ini. Didirikan oleh Mike Portnoy, John Petrucci dan John Myung, mereka telah merilis delapan album studio, empat rekaman live dan satu album pendek (EP). Album pertama mereka, When Dream And Day Unite direkam dengan Charlie Dominici sebagai vokalis dan Kevin Moore sebagai pemain keyboards. Dominici berusia jauh lebih tua daripada anggota lainnya dan ingin memainkan musik yang lain, sehingga ia kemudian keluar dari grup. Mereka kemudian mencari pengganti yang ideal selama 2 tahun sampai akhirnya bertemu dengan James LaBrie, vokalis dari Kanada melalui audisi.

Bersama LaBrie mereka merekam Images And Words yang melambungkan nama mereka ke jajaran internasional dengan hit “Pull Me Under” dan “Another Day”. Awake adalah album terakhir mereka dengan Moore yang kemudian digantikan oleh Derek Sherinian untuk album Falling Into Infinity. Pada akhirnya Sherinian juga digantikan oleh Jordan Rudess dan formasi ini masih bertahan sampai hari ini. Mereka telah meluncurkan album konsep Metropolis 2: Scenes From A Memory dan album ganda Six Degrees Of Inner Turbulence. Pada tahun 2003 mereka memutuskan untuk merekam album non-konsep Train Of Thought yang sangat dipengaruhi oleh grup thrash metal seperti Metallica.

Album terbaru mereka yang berjudul Octavarium dikeluarkan pada tanggal 7 Juni 2005 dan selain merupakan album studio kedelapan juga mengandung delapan lagu.

Setelah Dream Theater meluncurkan album Live mereka dalam memperingati 20 tahun Dream Theater terbentuk yang berjudul Score yang direkam pada tanggal 1 April 2006 di Radio City Music Hall,US. Mereka kembali bersiap meluncurkan album ke sembilan mereka dengan membawa bendera label record baru yaitu RoadRunner Records, mereka telah merampungkan album Systematic Chaos yang berisi 8 lagu dan akan diluncurkan pada tanggal 5 Juni 2007 di US.

Daftar isi

[sembunyikan]

//

[sunting] Sejarah

Dream Theater dibentuk pada bulan September 1985, ketika gitaris John Petrucci dan bassis John Myung memutuskan untuk membentuk sebuah band untuk mengisi waktu luang mereka ketika bersekolah di Berklee College of Music di Boston. Mereka lalu bertemu seorang pemain drum, Mike Portnoy, di salah satu ruang latihan di Berklee, dan setelah dua hari negosiasi, mereka berhasil mengajak Mike Portnoy untuk bergabung. Setelah itu, mereka bertiga ingin mengisi dua tempat kosong di band tersebut, dan Petrucci bertanya kepada teman band, Kevin Moore, untuk menjadi pemain keyboard. Dia setuju, dan ketika Chris Collins diajak untuk menjadi vokalis, band tersebut sudah komplit.

Dengan lima anggota, mereka memutuskan untuk menamai band tersebut dengan nama Majesty. Menurut dokumentasi DVD Score, mereka berlima sedang mengantri tiket untuk konser Rush di Berklee Performance Center ketika mendengarkan Rush dengan boom box. Portnoy lalu berkata bahwa akhiran dari lagu tersebut (Bastille Day) terdengar sangat “majestic”. Pada saat itulah mereka memutuskan Majesty adalah nama yang bagus untuk sebuah band, dan tetap bagus sampai sekarang.

Pada saat – saat tersebut, Portnoy, Petrucci dan Myung masih berkutat dengan kuliah mereka, juga dengan kerja paruh waktu dan mengajar. Jadwal mereka menjadi kiat ketat sehingga mereka harus memutuskan antara mengejar karir di bidang musik atau mengakhiri band Majesty. Namun akhirnya Majesty menang dan mereka bertiga keluar dari Berklee untuk berkonsentrasi di karir musik. Petrucci mengomentari tentang hal ini di dokumentasi DVD Score, berkata bahwa saat tersebut sangat susah untuk meminta kepada orang tuanya untuk pergi ke sekolah musik. Dan lebih susah lagi untuk menyakinkan orang tuanya agar ia boleh keluar dari sekolah.

Moore juga akhirnya keluar dari sekolahnya, SUNY Fredonia, untuk berkonsentrasi dengan band tersebut.

[sunting] Karakteristik penulisan lagu

Beberapa teknik penulisan lagu yang unik telah dilakukan oleh Dream Theater, yang kebanyakan terjadi di masa – masa sekarang, ketika mereka bisa bereksperimen dengan label rekaman mereka sendiri.

Dimulai dengan Train of Thought, Dream Theater sudah memulai memasukkan elemen – elemen kecil dan tersembunyi di musik mereka, dan memuat elemen tersebut kepada peminat yang lebih fanatik. Karakteristik yang paling terkenal (yang biasa disebut “nugget”) tersembunyi di “In the Name of God”, yang merupakan sandi morse dari “eat my ass and balls” (makan pantatku dan penisku), yang merupakan kata – kata terkenal dari Mike Portnoy. Sejak saat itu, banyak peminat – peminat Dream Theater mulai berusaha menemukan hal – hal kecil yang biasanya tidak menarik bagi peminat biasa.

Beberapa dari teknik mereka yang terkenal termasuk:

  • Suara dari fonograf di akhiran dari “Finally Free” di album Scenes from a Memory adalah suara yang sama di awalan “The Glass Prison” di album berikutnya, Six Degrees of Inner Turbulence. Dan akhiran kunci terakhir di “As I Am” sama dengan kunci yang digunakan di album selanjutnya, Train of Thought. Juga, not piano yang dimainkan di akhiran “In the Name of God” di ‘Train of Thought adalah not yang sama dengan pembukaan “The Root of All Evil” di album berikutnya, Octavarium.
  • Tiga bagian dari “The Glass Prison” di Six Degrees of Inner Turbulence, dua bagian dari “This Dying Soul” di Train of Thought dan dua bagian dari “The Root of All Evil” di Octavarium menunjukkan tujuh poin pertama dari dua belas poin – poin di program Alcoholics Anonymous oleh Bill Wilson, yang mana program itu diikuti oleh Mike Portnoy. Ia juga berkata bahwa ia akan membuat lagu – lagu lain yang memuat lima program lainnya, yang akan ditujukan untuk Wilson
  • Dream Theater kadang menggunakan teknik penulisan lagu dimana bagian – bagian dari sebuah lagu dikembangkan tiap kali mereka dimainkan. Contohnya, lagu “6:00” dari Awake. Setelah awalan lagu, mereka hampir memainkan chorus, tapi mengulang lagu tersebut dari awalan lagi (di menit 1:33). Dan ketika chorus sudah seharusnya dimainkan pada saat berikutnya, mereka mengulang lagi dari awalan, di menit 2:11. Teknik ini bisa juga ditemukan di “Peruvian Skies”, “Blind Faith” dan “Endless Sacrifice”
  • Penggunaan notasi yang berulang – ulang juga digunakan, yang sudah dikenal dari lagu – lagu Charles Ives, contohnya:
    • Tema lagu “Wait for Sleep” muncul di “Learning to Live” (menit 8:11) dan juga muncul dua kali di “Just Let Me Breath” (menit 3:39 dan 5:21)
    • Tema lagu “Learning to Live” muncul di “Another Day” (menit 2:53)
    • Tema lagu “Space-Dye Vest” digunakan beberapa kali di album Awake.
    • Tema pembukaan dari “Erotomania” digunakan di “Voices” di Awake (menit 4:51).
    • Satu dari melodi – melodi di “Metropolis Pt 1 (The Miracle and the Sleeper)” diulang di chorus kedua di “Home” dari Metropolis Pt 2 (Scenes From A Memory), dengan cuma pengubahan satu kata. Beberapa lirik dari “Metropolis Pt 1” just digunakan di “Home”. Pada dasarnya, keseluruhan album “Scenes From A Memory” penuh dengan musikal/lirikal/konseptual variasi dari elemen – elemen musikal dari “Metropolis Pt 1” dan “The Dance of Eternity” sebenarnya dibangun dari variasi – variasi elemen musik di lagu – lagu dalam album tersebut.
    • Bagian – baguan dari tiap lagu di album “Octavarium” telah digunakan di bagian kelima dari lagu berjudul sama, “Octavarium”.
  • Six Degrees of Inner Turbulence, studio album ke enam mereka, memuat enam lagu dan mempunyai karakter – karakter angka enam di judul – judul lagunya. Train of Thought, studio album ke tujuh mereka, memuat tujuh lagu. Octavarium, studio album ke delapan mereka memuat delapan lagu dan judul albumnya diambil dari kata octo, yang merupakan kata Latin yang berarti delapan, berarti satu oktaf dari istilah musik, yang mana merupakan jarak dari satu not ke not lain adalah delapan not di tangga nada diatonik. Judul lagi dari CD ini adalah 24 menit, kelipatan dari 8. Halaman depan albumnya juga memuat karakter – karakter yang berhubungan dengan 5 dan 8. Contohnya, satu set dari kotak – kotak putih dan kotak – kotak hitam, mempunyai arti satu oktaf dari piano.
  • Lagu “Octavarium” dulunya ingin diakhiri dengan seruling yang bergema serupa dengan awalan lagu tersebut. Namun diganti dengan not piano yang sama dari awalan album Octavarium. Mike Portnoy telah mengatakan bahwa seri awalan – akhiran album akan berhenti disini, karena album ke sembilan mendatang tidak akan diawali dengan akhiran “Octavarium”
  • Analisis detil tentang “nugget” di “Octavarium” (disebut oleh Mike Portnoy sebagai “sebuah nugget raksasa”) telah dipublikasikan di sebuah situs independen.

Pulang kampung

Hari ini tepat 4 hari sudah aku pulang kampung ke Ampah, Ampah adalah sebuah kota kecamatan di pedalaman Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah terletak berbatasan dengan Kota Buntok/Barito Selatan pada sebelah barat, berbatasan dengan Kota Muara Teweh pada sebelah utara dan Kota Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan pada sebelah selatan, perjalanan dimulai dari Palangka Raya ibukota Provinsi Kalimantan Tengah melewati ruas jalan kurang lebih 200 km untuk sampai ke kota kelahiranku Ampah, perjalanan harus melewati ruas jalan yang masih belum selesai pengerjaannya, perjalanan yang ditempuh harus melewati 2 buah sungai yang jembatan penghubungnya belum selesai sehingga harus menggunakan ferry penyeberangan, waktu tempuh biasanya menghabiskan waktu sekitar 5-6 jam perjalanan ,perjalanan sungguhlah melelahkan karena kondisi jalan yang berdebu ditambah lagi kabus asap akibat pembakaran lahan secara sembarangan, akhirnya setelah beberapa jam perjalanan tibalah di Buntok ibukota Kabupaten Barito Selatan tetapi perjalanan ke kota kelahiran ku belumlah selesai karena masih ada kurang lebih 5o km lagi yang kira-kira ditempuh dengan waktu 1 jam perjalanan, akhirnya sampailah di kota kelahiranku Ampah yang sering disebut juga “Kota Segitiga Emas” karena terletak diantara 3 kota besar di Kalimantan sehingga arus perekonomian sangat ramai, tidaklah banyak yang berubah di kota kelahiran ku masih seperti dahulu.  Hari-hari di kampung biasa-biasa aja hari-hari dihabiskan untuk jalan-jalan ke sekolah2 ku dulu ya bisa dibilang reuni ke masa-masa sekolah dulu, senang rasanya bisa kumpul dengan teman-teman sekolah dulu. SEMOGA KEAKRABAN KITA SEMUA BISA BERLANJUT

Di depan Sekolahku

Sekolahku

Sekolahku

Coba bikin blog

Akhirnya aku bisa juga bikin blog setelah sekian lama pengen punya blog, maksud dari pembuatan blog ini adalah sebagai sarana berkomunikasi berbagi pendapat atau komentar mengenai banyak hal yang nanti mungkin bisa diperdebatkan, ini adalah tulisan pertama ku mungkin merupakan sebuah kebanggaan tersendiri apabila mempunyai sebuag blog, bagi saya blog ini nanti bisa menjadi tempat berbagi informasi, pengetahuan dan mungkin mengenai masalah pribadi, semoga blog ini nantinya bisa berkembang lagi sebagai sarana sharing dengan semuanya. Terima Kasih.

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!